SEJARAH DESA

Sejarah Desa

Dalam rangka Pembangunan Nasional yang berbasis pada partisipasi masyarakat diperlukan penggalian potensi desa dengan tidak meninggalkan nilai- nilai kearifan lokal,budaya adat-istiadat serta kepribadian masyarakat yang tumbuh berkembang dilingkungan pedesaan dalam semangat kegotong- royongan dan dihormati serta diakui dalam hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keberadaan Desa Asemdoyong sangat penting untuk diketahui dan dipahami secara jelas untuk menggali nilai- nilai luhur dan bentuk jati diri desa. Disisi lain dapat sebagai sumber kekuatan, semangat , sekaligus pemula gerakan pembangunan yang berospektif bagi masyarakat.
Desa Asemdoyong adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang yang terletak di pesisir pantai utara pulau Jawa dan mempunyai Tempat pelelangan Ikan (TPI), dimana TPI ini cukup besar di wilayah Pemalang.Dalam perkembangannya dewasa ini desa Asemdoyong telah memiliki Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yang sangat potensial dan merupakan aset daerah yang penting keberadaannya dalam pendapatan devisa daerah di Kabupaten  Pemalang.
Konon cerita yang memberi nama desa Asemdoyong adalah Ki Gede Pondoh,ia menemukan pohon asem ditepi sungai yang hampir roboh( doyong). Disinilah Ki Gede Pondoh memelihara kucing hutan besar ( harimau ) yang bernama mbah Peko. Tempat ini semula untuk tempat bermain Ki Gede Pondoh bersama saudaranya yang bernama Ki Gede Klinthing yaitu untuk dipanjati pohon asemnya. Pohon tersebut berdiri condong ( doyong) ke arah barat dan menghadap ke Sido Ayu yang sekarang bernama Candi Sedayu. Di sekitar pohon tersebut ada sungai yang bernama Jurumangu , banyak ikan dan ada juga buayanya saat itu. Akhirnya Ki Gede Pondoh menamakan desa ini dengan nama Desa Asemdoyong. Pada saat Lurah Wiro Wongso pohon asem tersebut ditebang dan dirobohkan . Sampai sekarang pohon asem tersebut dibuat untuk bedug dengan diameter 120 cm dan panjang 130 cm yang berada dimasjid Utama Desa Asemdoyong tepatnya di masjid Baitussalam didusun Asemdoyong.
Seiring perkembangan jaman desa Asemdoyong juga mengalami perkembangannya dari himpunan yang tersebar pada ratusan tahun yang lalu. Bukti sejarah menunjukan adanya makam Kuno Tokoh Penyebar Agama Islam yaitu makam dari Mbah Jiwo Agung dan Mbah Syeik Kyai Haji Abu Bakar yang terletak didesa Asemdoyong , serta dengan tradisi dan cerita lesan yang ikut mewarnai berdirinya Kabupaten Pemalang sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kesatuan pemukiman di desa Asemdoyong secara sosio historis berkembang sebelum menjadi Desa.